Jual Beli Tanpa Menjelaskan Aib Pada Barang, Jual Beli Dan Sumpah Palsu Untuk Melariskan Dagangan

Oleh
Syaikh ‘Isa bin Ibrahim ad-Duwaisy



Maknanya yaitu ada suatu barang yang dijual tanpa menyebutkan aib-aib yang ada padanya. Jika barang itu memang mempunyai aib dan diketahui oleh si penjual, maka jual beli seperti ini tidak boleh dan haram hukumnya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ وَلاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ بَاعَ مِنْ أَحَدٍ بَيْعًا فِيْهِ عَيْبٌ إِلاَّ بَيَّنَهُ لَهُ. 

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya dan tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual sesuatu yang ada aibnya kepada orang lain kecuali ia menjelaskan aib tersebut kepadanya.” 

Menyembunyikan aib pada suatu barang adalah bentuk penipuan dan kecurangan dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا.

“Barangsiapa berbuat curang (menipu) kami, maka ia bukan dari golongan kami.”

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab al-Ikhtiyaaraat, “Haram hukumnya menyembunyikan aib pada barang dagangan. Demikian pula jika ia memberitahu aib yang ada pada barang, namun tidak menyebutkan kadar aib yang ada padanya.”

Dan si pembeli berhak mengembalikan barang kepada si penjual dan mengambil kembali uangnya jika ia mengetahui adanya aib pada barang tersebut setelah membelinya. 

Al-Wazir rahimahullah berkata, “Mereka (para ulama) sepakat bahwa si pembeli berhak mengembalikan barang yang ada aibnya yang tidak ia ketahui ketika terjadi akad.” 

Penulis kitab al-Mu’tamad fii Fiqhil Imaam Ahmad rahimahullah berkata, “Jika si pembeli mendapatkan aib pada barang yang dibelinya dan ia tidak mengetahui aib tersebut (pada saat akad), maka ia diberi pilihan untuk mengembalikan barang kepada si penjual berikut dengan kelebihan yang ada pada barang. Adapun biaya pengembalian barang menjadi tanggung jawab si pembeli dan ia berhak untuk mendapatkan kembali harga barang tersebut dengan sempurna.”

Dan si pembeli juga mempunyai hak khiyar (hak untuk menentukan pilihan), yaitu pilihan untuk menerima aib tersebut atau menolaknya.


JUAL BELI DAN SUMPAH PALSU UNTUK MELARISKAN DAGANGAN
Menggunakan sumpah palsu (dusta) dalam jual beli merupakan sebab dihapusnya keberkahan. Hapusnya keberkahan artinya berkurang atau tidak adanya sama sekali keberkahan dalam jual beli walaupun mungkin dari segi keuntungan bertambah atau banyak.

Imam Muslim rahimahullah dan Ahlus Sunan (penulis kitab-kitab Sunan) meriwayatkan dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَيُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ: اَلْمُسْبِلُ، الْمَنَّانُ، وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلَفِ الْكَاذِبِ.

“Ada tiga golongan manusia yang pada hari Kiamat nanti tidak akan Allah ajak bicara dan Allah tidak sudi melihat mereka dan tidak mensucikan mereka (dari dosa-dosa) dan mereka mendapatkan adzab yang pedih, yaitu orang yang memanjangkan kainnya melebihi mata kaki, orang yang mengungkit-ungkit kebaikan, dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah dusta.”

Berlaku jujur dalam jual beli merupakan salah satu sebab datangnya keberkahan. Hal ini berdasarkan hadits Hakim bin Hizam Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِى بَيعِهِمَا. 

“Maka jika keduanya (penjual dan pembeli) berlaku jujur dan menjelaskan akan diberkahi pada jual beli keduanya.”

Allah Ta’ala berfirman: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ 

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)." [At-Taubah/9: 119]

Dalam hadits disebutkan:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى البِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا.

“Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke Surga. Sesungguhnya seseorang membiasakan dengan berkata jujur (dan selalu berusaha untuk berkata jujur) sehingga ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur.” [Hadits ini disepakati keshahihannya dan diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu]

[Disalin dari Kitab Al-Buyuu’: Al-Jaa-izu minhaa wa Mamnuu’ Penulis Syaikh ‘Isa bin Ibrahim ad-Duwaisy, Judul dalam Bahasa Indonesia Jual Beli Yang Dibolehkan Dan Yang Dilarang, Penerjemah Ruslan Nurhadi, Lc, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir Bogor, Cetakan Pertama Muharram 1427 H - Februari 2006 M]
Title : Jual Beli Tanpa Menjelaskan Aib Pada Barang, Jual Beli Dan Sumpah Palsu Untuk Melariskan Dagangan
Description : Oleh Syaikh ‘Isa bin Ibrahim ad-Duwaisy Maknanya yaitu ada suatu barang yang dijual tanpa menyebutkan aib-aib yang ada padanya. Jika barang ...

0 Response to "Jual Beli Tanpa Menjelaskan Aib Pada Barang, Jual Beli Dan Sumpah Palsu Untuk Melariskan Dagangan"

Post a Comment

Kategori

Adab (9) Adzan (16) Ain (1) Air (3) Anak (1) Anjing (2) Aqiqah (3) Asuransi (1) Bangkai (1) Cadar (1) Demonstrasi (9) Doa (33) Dzikir (1) E-Book (2) Gadai (1) Gerhana (6) Hadiah (1) Haid (3) Haji Dan Umroh (9) Hibah (1) Hijab (1) Homo (1) Hudud (7) I'tikaaf (1) Ied (2) Ifthaar (1) Ilaa (1) Isbal (7) Jabat Tangan (1) Jaminan (1) Jenazah (5) Jenggot (2) Jihad (3) Jual Beli (18) Judi (2) Jum'at (6) Junub (1) Kaidah Fiqh (83) Khitan (1) Khutbah (2) Lailatul Qadr (1) Mahrom (1) Makanan (1) Masjid (3) Membunuh (1) Mencuri (1) MLM (2) Muharram (2) Nafkah (6) Najis (2) Nama (5) Nawazil (3) Nifas (2) Nikah (15) Nusyuz (1) Other (1) Politik (8) Puasa (11) Qurban (11) Riba (8) Sahur (3) Sedekah (1) Sewa (1) Shaf (3) Sholat (58) Suci (2) Sujud (4) Sumpah (1) Ta'ziah (1) Tabarruj (3) Takbir (1) Talak (14) Tarawih (1) Tasyrik (3) Tayamum (3) Tepuk Tangan (1) Tetangga (1) Thaharah (2) Ular (1) Video Dan Audio (1) Wirid (1) Witir (2) Wudhu (6) Yatim (1) Zakat (9) Ziarah (1) Zina (2)

Random Ayat Quran

Millis

Join dan ikuti diskusi ilmiah, tanya jawab dan info-info yang insyaAllah sangat bermanfaat.